KISAH DIBALIK MUSIBAH JATUH DI BUKIK POSUAK MAEK BAGIAN VII

Screenshot berita di salah satu media
Berderik-derik terdengar roda troli, dua orang perempuan berjilbab petugas medis rumah sakit itu mendorong tanduku ke ruang rawat inap, istri dan keluargaku yang lain mengiringi pula di belakang. Di tengah jalan, tiga orang anggota Polisi menyetop kami. "Mana korban, mana? boleh kami liat?" pintanya tegas, petugas medis berhenti sejenak.

"Mana kameranya? Kamu jatuh karena mengambil photo kan?" tuduhnya tanpa berempati sedikitpun. Aku naik darah mendengarnya. "Siapa bilang karena mengambil photo pak, padahal saya tidak ada membawa kamera sama sekali, saya jatuh karena terpeleset, kelelahan turun dinding bukit" jawabku tegas pula. "ooo" tanggapnya membiarkan petugas medis terus mendorong tanduku ke ruang Inap.

"Tidak enak benar dengarnya, masa iya seperti itu berbicara dengan orang yang baru dapat musibah, tidak belajar komunikasi sosial bapak itu apa?" ciletukku dalam hati. Betapa tidak, aku sudah kelelahan, sakit, ngilu di sekujur tubuh dihunjam pula dengan kata-kata pedas.

Di ruang inap RSUD dr. Achmad Darwis Suliki itu adik-adik memberi tahuku, ada berita online terbit di www.hariansinggalang.co.id yang ditulis oleh seorang wartawan muda asal kabupaten Lima Puluh Kota, judul beritanya sangat tendensius sekali. "Diduga Hendak Selfie, Penyiar Radio Jatuh ke Dalam Jurang Bukit Posuak". Ternyata inilah biang keladinya. Dari sinilah awal bermula orang beranggapan bahwa aku jatuh karena berselfie. Seorang seniorko alumni MTI Canduang membagikan berita itu di lini masa facebooknya, kemudian dibagikan pula oleh puluhan akun lainnya di group-group Whatsapp, facebook dan Instagram.

Sanak-saudara dan teman-teman yang membezukku di rumah sakit selalu memberitahuku update berita media yang memberitakan tentang peristiwa musibah jatuhnya aku di Bukit Posuak itu.

Dikutip dari okezone.com link berita: https://news.okezone.com/read/2016/10/31/340/1528743/diduga-mau-selfie-penyiar-radio-jatuh-ke-jurang menginformasikan "SARILAMAK - Seorang penyiar Radio Total FM, David alias Malin (35) terjatuh ke dalam jurang Bukit Posuak, Jorong Sopan Tanah, Nagari Maek, Kecamatan Bukit Barisan, Kabupaten Limapuluh Kota. Diduga korban terjatuh karena hendak selfie di lokasi tersebut.

Korban kemudian dievakuasi anggota Polres 50 Kota dan Polsek Suliki, Basarnas, BPBD dan Dinkes, pada Senin (31/10/2016) sekira pukul 09.00 WIB.

Dikutip dari Harian Singgalang, David sebelumnya hendak melakukan live report penutupan MTQ, di Maek pada Minggu 30 Oktober kemarin. Sekira pukul 10.00 WIB, korban menelefon temannya Rido (37), dan mengabarkan bahwa dirinya terjatuh di jurang dan mengalami patah tulang di pinggang.

Kemudian Rido melaporkan kejadian tersebut ke Pos PAM MTQ di Jorong Ronah Nagari Maek. Sekira pukul 17.00 WIB tim SAR datang membantu proses evakuasi korban dengan menggunakan tali dibantu masyarakat dan polisi.

Kapolres Limapuluh Kota AKBP Bagus Suropratomo dan Wakapolres Kompol Eridal, langsung datang ke lokasi kejadian dan mengerahkan anggota Polres memback-up proses evakuasi melalui sistem CDMC. Hingga akhirnya, sekira pukul 09.00 WIB pagi tadi korban berhasil dievakuasi dan saat ini telah dibawa ke RSUD Suliki".

Namun demikian, masih banyak media yang memberitakan dengan prinsip keberimbangan, jauh dari sikap ingin menjadi yang tercepat saja dalam pemberitaan dan mengabaikan kebenaran informasi yang disajikan. Setelah salah dalam memberi informasi, wartawan dan media tersebut tidak pula melakukan klarifikasi.

Sebagaimana yang dilakukan oleh Newshanter.com ini, beritanya ada perimbangan, Informasi yang ditulisnya berdasarkan keterangan saksi seorang relawan yang turun memberi bantuan.

"Limapuluh Kota,Newshanter.com-Fitra yadi alias Malin crew radio Total FM yang juga salah satu pengurus FPI Sumbar Minggu 30/10 siang mengalami kecelakaan saat melakukan pendakian ke Bukit Tembus(Bukik Posuak) nagari Maek Liampuluh Kota. Davit alias malin panggilan akrab penyiar radio ini nekad melakukan pendakian ke bukit yang cukup fenomenal ini seorang diri.Menurut M.Alim salah seorang warga Maek yang ikut dalam rombongan pencari korban yang sempat bercerita dengan malin saat akan di evakuasi bahwa ia berangkat menuju bukik posuak sekitar jam 6 pagi seorang diri. Ternyata jalan yang ditempuh menuju bukit yang tembus tersebut bukan jalan yang biasa di tempuh warga.
Malin salah pilih jalan sehingga dia sampai di puncak bukit,bukan di lobang bukit yang di tuju tersebut. dari puncak ini Malin berusaha merayap turun menuju lobang bukit tersebut. Tapi naas bagi dia kayu pegangannya saat mencoba menuruni tebing batu tersebut patah. Tubuhnya jatuh sekitar 6m dan nyangkut di kayu yang miring dekat tebing. Pinggang Malin terlebih dahulu menyentuh kayu sehingga dia tidak bisa duduk setelah itu.
Malin tidak hilang akal walau dalam kesakitan berusaha membalikkan badan tebing yang ada hamparan batu. Disini dia mengabarkan kepada Ridho temannya bahwa dia kecelakaan di Bukit tembus. Dan Ridho memberitahukan kepada warga dan pihak kepolisian yang waktu itu sedang penutupan acara MTQ Nasional Tingkat Kabupaten. Cerita M.Alim kepada Newshanter di payakumbuh Senin 31/10.
Pihak kepolisian Polsek Bukit barisan bersama warga lansung menuju tkp yang di kabarkan korban. Lokasi hutan dan bebatuan terjal membuat pencarian agak sulit. Sekitar jam 14.00 wib korban di temukan tergolek di hamparan batu yang sulit dijangkau. Dengan peralatan seadanya rombongan pencari berusaha mencapai tempat korban tersangkut dan berusaha mengevakuasi.
tim sar gabungan lagi rehat,foto by fb gustanur
tim sar gabungan lagi rehat,foto by fb gustanur
Memakan waktu hampir tiga jam mengevakuasi korban dari lokasi di temukan ke Bukit tembus. Evakuasi di bantu oleh tim Vertical rescue yang datang bersama rombongan tim SAR. Kondisi cuaca dan jalan yang cukup parah membuat proses evakuasi korban kerumah sakit memakan waktu lama.
Senin31/10 pagi korban baru sampai di Rumah sakit Umum Suliki untuk mendapat pertolongan lanjutan. Kapolres Limapuluh Kota turun lansung mendampingi evakuasi korban kelokasi bersama TIM SAR,warga ,tim vertical rescue,tenaga medis dan BPBD.(NHO)".
Baru kali ini aku merasakan kejadian ada wartawan dimasukkan ke koran, biasanya aku yang menulis berita mewawancarai nara sumber, lah sekarang aku pula yang menajdi objek berita. Ini pelajaran yang sangat berarti bagiku untuk lebih berhati-hati dalam menulis berita. Aku tidak lagi marah dengan pemberitaan rekan tersebut, namun sangat berterimakasih karena sudah memberi pelajaran sebuah pengalaman pemberitaan.

Bersambung ke:
KISAH DIBALIK MUSIBAH JATUH DI BUKIK POSUAK MAEK BAGIAN VIII



Baca juga:
KISAH DIBALIK MUSIBAH JATUHNYA SAYA DARI BUKIK POSUAK MAEK I

KISAH DIBALIK MUSIBAH JATUHNYA SAYA DI BUKIK POSUAK MAEK BAGIAN II

KISAH DIBALIK MUSIBAH JATUHNYA SAYA DI BUKIK POSUAK MAEK BAGIAN III

KISAH DIBALIK MUSIBAH JATUHNYA "SAHA" DI BUKIK POSUAK BAGIAN IV

KELANJUTAN KISAH DIBALIK MUSIBAH JATUHNYA "MALIN" DI BUKIK POSUAK MAEK BAGIAN V

KISAH DIBALIK MUSIBAH JATUH DI BUKIK POSUAK MAEK BAGIAN VI


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Last Update: Ahad, 15 Maret 2020, pukul 14:59 WIb.

Posting Komentar

0 Komentar