TERINGAT, DULU AKU PERNAH NGAJAK PACAR KE RUMAH ISTRI

Rabu, 12 Februari 2020 M - 17 Jumadil Akhir 1441 H
Penulis: Fitra Yadi

Zurhuriati
Sebelum berangkat mengajar aku barut-barut dulu punggung istriku, aku urut tulang punggungnya agar ia merasa nyaman. Sekarang istriku sedang sakit, sudah dua bulan hamil, sampai sekarang ia masih mual dan muntah-muntah. Badannya kurus kurang selera makan. Beberapa hari yang lalu kami sudah ke Puskesmas untuk berobat.

Sudah hampir tiga orang anakku, dalam pada itu aku teringat cerita lama, ketika dulu sebelum menikah dengan Zurhuriati (istriku) aku pernah mengajak Humairah pacarku ke rumahnya, begini ceritanya;

Sore itu, Kamis 3 Mei 2012 aku dijemput Humairah ke MTI Canduang mau diajak ke Pekanbaru menghadiri pesta pernikahan sepupunya di Pasar Kodim. "Nak.. ajaklah Fitra untuk menemani papamu, kita tidak ada laki-laki dewasa selain papa, takut nanti terjadi apa-apa di jalan" kata Umminya.

Kami senang sekali dapat kesempatan bersama dalam perjalanan itu. Betapa tidak, tiada kebahagiaan bagi sepasang kekasih selain berhampiran dengan orang yang dicintainya, ya kan…

Humairah mengirim pesan minta kesiapanku menemani mereka ke Pekanbaru, kita berbalas SMS seperti layaknya chating di WA, karena memang ketika itu kami menggunakan kartu Axis yang banyak paket telpon dan smsnya. Aku siap-siap mau berangkat, packing beberapa helai pakaian dan peralatan mandi.

Bakda Zuhur mereka sampai di halaman kampus MTI Canduang, Isuzu Panther warna hijau tua keluaran tahun 1997 itu mengalakson masuk di gerbang Pondok, si Papa mengisyaratkan tangan sambil memarkirkan mobil di halaman. Dengan bangga aku pamit kepada kawan-kawan, guru dan pegawai yang sedang duduk-duduk di kantor tata Usaha.

Sebenarnya ketika itu aku sedang sibuk sebagai panitia Milad MTI Canduang yang ke-84 dan panitia pemberian ijazah kelas 7 angkatan ke-63, kalau tidak salah acaranya adalah pada hari Ahad-Senin (6-7 Mei 2012) yang bertempat di halaman Ponpes MTI Canduang, Agam, Sumatera Barat.

Namun karena ini untuk masa depanku, maka aku minta izin saja kepada ketua panitia untuk tidak mengikuti acara tersebut. Sebagai kompensasinya ketua minta pula kesediaanku untuk menyampaikan undangan Milad dan pemberian Ijazah itu kepada alumni dan tokoh-tokoh masyarakat yang ada di sepanjang jalan dari Baso ke Pekanbaru.

Di mobil, aku duduk di bangku paling belakang dekat tumpukan majalah yang siap didistribusikan ke sekolah-sekolah TK di sepanjang jalan Payakumbuh dan 50 Kota. Di depanku duduk Humairah dan kakaknya, di belakang supir duduk Yani dan Hidayat adiknya Humairah, sedangkan Papa menyetir mobil didampingi umminya.

Tujuan kita ke Pakan Baru adalah mau menghadiri acara Akad Nikah dr. Cyntia Sari Ursula binti H. Djufri Hasan Basri dengan dr. Kevin Gilbert bin dr. Frank Berthold yang pestanya digelar di salah satu hotel berbintang, kalau tidak salah Grand Suka Hotel pada hari Ahad, 7 Mei 2012 JL. Soekarno Hatta Kav. 148, Tampan, Pekanbaru, Riau, Indonesia.

"Pa…  nanti pas depan rumah makan itu kita berhenti sebentar ya, awak mau nitip undangan dulu di kedai sebelah kirinya" pintaku kepada Papa.

Kita berhenti sejenak di bawah bukit Pauh Sarilamak di seberang jalan Rumah Makan Mis Munin. Dari dalam mobil nampak Zurhuriati memakai baju putih berdiri di belakang etalase kedai  nya. Lalu aku turun dari mobil menenteng beberapa lembar undangan untuk dibagikan di Sarilamak.

"Uda… . jangan lama-lama ya, nanti uda jatuh hati pula kepada cewek itu" mewek Humairah mengingatkan aku.

"Zur...! Assalaamu'alaikum..".
"Waalaikum salam ustazd. Mau kemana.."
"Awak mau pergi ke Pekanbaru Zur, ada acara baralek keluarga calon istri".
"Mana calon istri ustazd..?".
"Itu dalam mobil yang pakai jilbab hijau" jawabku melirik ke arah mobil yang diparkir di tepi banda.
"Titip ya Zur, undangan Perayaan Pemberian Ijazah di Canduang".
"Ni kebanyakan mah ustazd, untuak siapa aja?" tanya Izur.
"Izur kasih ajalah ke alumni kita yang ada di sekitar sini, semisal da Saip, ni Wati dan lain-lain".
"Mungkin ndak sempat Izur membagikannya Ustazd" jawab Izur mengernyitkan kening.
"Semampu Izur aja" pintaku memohon.
"Iya baiklah ustazd.." katanya menyanggupi.

Aku pamit segera membalikkan badan melanjutkan perjalanan ke Pekanbaru.
Di mobil Humairah ngatai aku "Uda terlalu dekat dekat cewek tadi, ngobrolnya terlalu akrab, nanti suka pula uda sama dia" omelnya. Sebelum Subuh hari Sabtu, 5 Mei 2012 kami sampai di Pakanbaru.

#10
Ditulis oleh: Fitra Yadi, S.PdI
di Sarilamak
Rabu, 12 Februari 2020 H - 18 Jumadil Akhir 1441 H
Sumber: https://fitrayadi.gurusiana.id/article/2020/2/teringat-aku-pernah-mengajak-pacar-bertemu-istriku-5332136

Posting Komentar

0 Komentar