SAFARI RAMADHAN IKCK PADANG

Jum’at 28 September 2007
Acara Safari Ramadhan tim IKCKL Padang di Mesjid Jamik Sidang Sebuahbalai Lubuk Aur.
Acara di mulai dengan pembacaan ayat suci alquran oleh seorang pemudi…. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan salah seorang tuangku IV yang disampaikan oleh B. Sati Batuah. Beliau mengatakan “Mesjid yang terletak di 3 jorong ini dengan 4.000 orang warga di renofasi sejak tahun 1990. Mesjid kita belum sempurna. Disana adalah Surau Panjang, pindahan dari sidang Batimah di umpuak Rambutan yang sampai sekarang masih disebut parak Balai. Ini adalah sidang masyarakat Canduang koto laweh. Kami berencana membangunan menara mesjid yang berjumlah dana 50 juta yang belum kesampaian. Kami berharap IKCK Padang bisa member informasi kepada kami dari jalur birokrasi dana-dana yang dapat di manfaatkan untuk pembangunan mesjid ini, berhubung kami berkutat di kampung tidak berhubungan dengan birokrasi, sialahkan bantu”.
Bapak H. Amri Ketua IKCK menyampaikan dalam sambutannya “Kita dapat mengumpulkan uang Rp. 5.000.000 dan membelikan tikar 14 gulung, 2 masing sidang 1 mesjid di serahkan ka wali nagari”.
Dari tim IKCK Nampak hadir Drs. H Harzizen. M.M Ambiarhuning S.E H.M Ijaz, Majni Anwar. Drs. YUsri Abdi. Drs. H. Amri. Drs. H. Suardi Daud. Masrul. Eri Antonis. Sedangkan Prof. Dr. Sufyarma Marsyidin M.Pd. tidak jadi datang karena ada pertemuan di hotel Pusako Bukittinggi.
Pada acara ini dilakukan penyerahan simbolis tikar dari Pak H. Jas kepada PJ Wali Nagari Zamril St. Pandkuko. Dalam pandangannya Ketua IKCK menyampaikan bahwa sikap terhadap FMPN bahwa orang FMPN harus jeli dalam penolakan proyek air ini, kalu proyek ini gagal maka untuk tahun berikutnya pembda tidak percaya lagi kepada kita tertinggal nan dari nagari nan lain. FMPN juga masyarakat pikirlah untuk kepentingan masyarakat rugikan kalau proyek ko gagal.. kepercayaan pembada berkurang…
Menurut saya dana Negara bukan pemberian itu hak rakyat kala mereka butuhkan dana itu bukan punya pemda, mereka hanya pelayan.”. kita adalah masyarakat peduli nagari yang mengedepankan ide, kasih sayang selurh masnusia, bukan orang kampung orang rantau merasa benar sendiri kebenaran tidak milik satu golongan, kebenaran milik semua aqlussalim. Ini bukan hanya gerakan sosial biasa tetapi gerakan mengusung ekealisme sosial, religious sosialis religious yang masih baru, kita akan bersinggungan dengan dan bertentangan dengan birokrasi. Arus dari atas yang sudah lazim dan arus bawah yang masih baru. Ini zaman demokrasi kita jangan menyinggung pribadi orang, sampaikan ide kamu dengan benar sopan dan santun tanpa kepentingan yang rendah, adna dan hina. Tetapi sesuai dengan nilai agung perintah Allah untuk menyeeru kepada kebaikan, ini adalah perjuangan dakwah untuk a-lhaQ. (Fitrayadi).

Posting Komentar

0 Komentar