KITA JANGAN MEMBERATKAN PERANTAU UNTUK MEMBANGUN NAGARI

Balai Sati - Jum'at, 02/09/2011 |

Kita jangan lagi memberatkan perantau untuk membangun nagari. Karena tugas membangun nagari itu adalah tanggung jawab kita bersama. Baik perantau, Masyarakat kampung, maupun pemudanya. Sejak dahulu, perantau selalu di asumsikan sebagai masyarakat elit yang memiliki dana cukup yang selalu disodorkan proposal dana untuk pembiyaan ini dan itu. Mungkin itulah sebabnya perantau Canduang tidak banyak yang pulang kampung, karena mereka merasa tidak punya uang untuk disumbangkan ke nagari. Padahal banyak diantara mereka yang berkeinginan pulang kampung, rindu berkumpul dengan sanak saudara, taragak basuo jo kawan-kawan. Namun mereka menahan perasaan karena malu tak membawa uang pulang kampung. Hal itu tercipta karena kita yang mengkondisikannya.

Pokok pikiran itu disampaikan oleh tokoh pemuda Agam Ismail Marzuki yang juga ketua Karang Taruna IPCK Canduang yang meraih jura 2 tingkat propinsi dan meraih piagam penghargaan dari gubernur Sumbar beberapa hari lalu pada acara Halal bihalal masyarakat Canduang di komplek perkantoran wali nagari Canduang Balai Sati Rabu (31/08) lalu.

Ismail menerangkan bahwa dengan perginya anak nagari merantau, itu merupakan sebuah sumbangan untuk pembangunan nagari. Contohnya: " Aturan ka balega sawah jo ladang, kini ko indak jadi balega lai, karena banyak yang merantau". "Aturan sampik rumah gadang, kini balapang-lapang jadino lai". Demikian ungkap Ismail yang disambut tepuk tangan hadirin.
Selamat datang kami ucapkan kepada perantau kami yang telah pulang di kampung halaman sambut Ismail yang juga ketua FK Karangtaruna Agam ini.

Dalam kapasitasnya sebagai ketua Panitia Acara halal bihalal, pada kesempatan itu Ismail mengucapkan terimakasih banyak kepada wali nagari yang telah menanggulangi biaya dengan dana pribadi untuk terangkatnya acara ini, padahal aggaran nagari belum ada yang bisa dialokasikan untuk acara ini.

Ismail juga menyampaikan tentang keadaan pemuda Canduang Koto Laweh yang dulunya bernama IPCK (Ikatan Pemuda Canduang Koto Laweh) sampai sekarang nama itu masih dipakai untuk Karangtaruna nagari. Kemudian Ismail menguraikan tentang program-program dan prestasi Karangtaruna IPCK yang telah diperoleh sejak beberapa tahun terakhir.

Ismail Marzuki juga mohon kema'afan tentang dana yang direncanakan untuk beasiswa itu belum bisa dibagikan karena terpakai untuk lomba karangtaruna. Mudah-mudahan November mendatang dana hadiah yang 5 juta itu cair dari propinsi dan bisa dipakai untuk membayar beasiswa itu.

Ismail menambahkan bahwa kita kedepan optimis akan ikut pertukaran pemuda Indonesia - Malaysia. Dan insyaallah tahun depan IPCK bisa juara I tingkat propinsi dan terutus ke Istana Negara.

Posting Komentar

0 Komentar